Fenomena ini sangat menarik, ketika kita memasak air di daerah yang rendah ( 0-200 meter) maka akan menguap pada suhu 1000 c karena pada tekanan atmosfer 76 cmHg titik didih air adalah 1000 c sehingga kita tidak perlu sulit untuk membuat air panas. Ketika air dipanaskan maka energi kalor dari pemanas akan berubah menjadi energi kinetic molekul air semakin besar energi kinetic maka semakin besar pula kec molekul air. Ketika semua molekul air sudah bergerak sangat cepat maka molekul air dapat melepaskan diri menjadi uap air. Dalam hal ini kec molekul air duperlukan untuk melawan tekanan atmosfer, jadi ketika tekanan atmosfer 76 cmhg maka air memerlukan nergi dan kec minimal untuk melepaskan diri. Dan air akan meningkat temperaturnya karena saat molekul air bergerak didalam air terjai gesekan dan tumbukan sesame molekul air. Ketika tekanan udara kurang dari 76 cmHg {berada pada tempat yang lebih tinggi dari ketinggian 200 meter (dibuktikan oleh torriceli) } maka energi yang dibutuhkan akan lebih sedikit untuk melepaskan diri dari tekanan atmosfer kurang dari 76 cmHg daripada pada tekanan normal (76 cmHg) oleh sebab itu kec molekul air lebih kecil sehingga tumbukan yang terjadiberlangsung tidak begitu lama, sehingga air akan menguap pada temperature kurang dari 1000
Mengapa Membuat Air Panas (100 derajat c) Sangat Sulit di Daerah Pegunungan
Tuesday, May 27, 2008
Posted by Gde Bimananda Mahardika Wisna at 8:46 pm
Labels: Fenomena Alam, Fisika
Subscribe to:
Post Comments (Atom)











3 comments:
wah ini ada tantangan baru.
Hallo Bro, gille hebat buanget...
Kayaknya saya perlu blajar banyak dari Bli Bima.
Bro, please check lagi ya:
"atmotfer"==>atmosfer
hg ===> Hg
penting itu Bro..
yah itu aja, selebihnya Luar Biasa!!
Hi hi hi...
blognya bima keren juga
Post a Comment
Thanks for Commenting